Plasmodium (Asiamoeba) draconis
Plasmodium (Asiamoeba) vastator
Plasmodium (Bennettinia) juxtanucleare
Plasmodium (Carinamoeba) basilisci
Plasmodium (Carinamoeba) minasense
Plasmodium (Carinamoeba) rhadinurum
Plasmodium (Carinamoeba) volans
Plasmodium (Giovannolaia) anasum
Plasmodium (Giovannolaia) circumflexum
Plasmodium (Giovannolaia) dissanaikei
Plasmodium (Giovannolaia) durae
Plasmodium (Giovannolaia) fallax
Plasmodium (Giovannolaia) formosanum
Plasmodium (Giovannolaia) gabaldoni
Plasmodium (Giovannolaia) garnhami
Plasmodium (Giovannolaia) gundersi
Plasmodium (Giovannolaia) hegneri
Plasmodium (Giovannolaia) lophurae
Plasmodium (Giovannolaia) pedioecetii
Plasmodium (Giovannolaia) pinnotti
Plasmodium (Giovannolaia) polare
Plasmodium (Haemamoeba) cathemerium
Plasmodium (Haemamoeba) coggeshalli
Plasmodium (Haemamoeba) elongatum
Plasmodium (Haemamoeba) gallinaceum
Plasmodium (Haemamoeba) giovannolai
Plasmodium (Haemamoeba) lutzi
Plasmodium (Haemamoeba) matutinum
Plasmodium (Haemamoeba) paddae
Plasmodium (Haemamoeba) parvulum
Plasmodium (Haemamoeba) relictum
Plasmodium (Haemamoeba) tejera
Plasmodium (Huffia) elongatum
Plasmodium (Huffia) hermani
Plasmodium (Laverania) falciparum
Plasmodium (Laverania) reichenowi
Plasmodium (Novyella) ashfordi
Plasmodium (Novyella) bertii
Plasmodium (Novyella) bambusicolai
Plasmodium (Novyella) columbae
Plasmodium (Novyella) corradettii
Plasmodium (Novyella) dissanaikei
Plasmodium (Novyella) hexamerium
Plasmodium (Novyella) kempi
Plasmodium (Novyella) nucleophilum
Plasmodium (Novyella) papernai
Plasmodium (Novyella) paranucleophilum
Plasmodium (Novyella) rouxi
Plasmodium (Novyella) vaughani
Plasmodium (Paraplasmodium) chiricahuae
Plasmodium (Paraplasmodium) mexicanum
Plasmodium (Paraplasmodium) pifanoi
Plasmodium (Plasmodium) brasilianum
Plasmodium (Plasmodium) cynomolgi
Plasmodium (Plasmodium) eylesi
Plasmodium (Plasmodium) fieldi
Plasmodium (Plasmodium) fragile
Plasmodium (Plasmodium) georgesi
Plasmodium (Plasmodium) girardi
Plasmodium (Plasmodium) gonderi
Plasmodium (Plasmodium) inui
Plasmodium (Plasmodium) jefferyi
Plasmodium (Plasmodium) knowlei
Plasmodium (Plasmodium) hyobati
Plasmodium (Plasmodium) malariae
Plasmodium (Plasmodium) ovale
Plasmodium (Plasmodium) petersi
Plasmodium (Plasmodium) pitheci
Plasmodium (Plasmodium) rhodiani
Plasmodium (Plasmodium) schweitzi
Plasmodium (Plasmodium) semiovale
Plasmodium (Plasmodium) shortii
Plasmodium (Plasmodium) silvaticum
Plasmodium (Plasmodium) simium
Plasmodium (Plasmodium) vivax
Plasmodium (Plasmodium) youngi
Plasmodium (Sauramoeba) achiotense
Plasmodium (Sauramoeba) adunyinkai
Plasmodium (Sauramoeba) aeuminatum
Plasmodium (Sauramoeba) beltrani
Plasmodium (Sauramoeba) brumpti
Plasmodium (Sauramoeba) agamae
Plasmodium (Sauramoeba) giganteum
Plasmodium (Sauramoeba) heischi
Plasmodium (Sauramoeba) josephinae
Plasmodium (Sauramoeba) pelaezi
Plasmodium (Sauramoeba) tropiduri
Plasmodium (Vinckeia) aegyptensis
Plasmodium (Vinckeia) anomaluri
Plasmodium (Vinckeia) atheruri
Plasmodium (Vinckeia) berghei
Plasmodium (Vinckeia) booliati
Plasmodium (Vinckeia) brodeni
Plasmodium (Vinckeia) bubalis
Plasmodium (Vinckeia) bucki
Plasmodium (Vinckeia) cephalophi
Plasmodium (Vinckeia) chabaudi
Plasmodium (Vinckeia) coulangesi
Plasmodium (Vinckeia) cyclopsi
Plasmodium (Vinckeia) foleyi
Plasmodium (Vinckeia) girardi
Plasmodium (Vinckeia) inopinatum
Plasmodium (Vinckeia) lemuris
Plasmodium (Vinckeia) odocoilei
Plasmodium (Vinckeia) percygarnhami
Plasmodium (Vinckeia) sandoshami
Plasmodium (Vinckeia) traguli
Plasmodium (Vinckeia) uilenbergi
Plasmodium (Vinckeia) vassali
Plasmodium (Vinckeia) vinckei
Plasmodium (Vinckeia) watteni
Plasmodium (Vinckeia) yoelli
Read more
Plasmodium merupakan genus protozoa parasit. Penyakit yang disebabkan oleh genus ini dikenal sebagai malaria. Parasit ini sentiasa mempunyai dua inang dalam siklus hidupnya: vektor nyamuk dan inang vertebra. Sekurang-kurangnya sepuluh spesies menjangkiti manusia. Spesies lain menjangkiti hewan lain, termasuk burung, reptilia dan hewan pengerat.
Pada tahun 1898 Ronald Ross membuktikan keberadaan Plasmodium pada dinding perut tengah dan kelenjar liur nyamuk Culex. Atas penemuan ini ia memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 1902, meskipun sebenarnya penghargaan itu perlu diberikan kepada profesor Italia Giovanni Battista Grassi, yang membuktikan bahwa mamalia manusia hanya bisa disebarkan oleh nyamuk Anopheles.
Siklus hidup Plasmodium amat rumit. Sporozoit dari liur nyamuk betina yang mengigit disebarkan ke darah atau sistem limfa penerima[1]. Penting disadari bahwa bagi sebagian spesies vektornya mungkin bukan nyamuk.
Nyamuk dalam genus Culex, Anopheles, Culiceta, Mansonia dan Aedes mungkin bertindak sebagai vektor. Vektor yang diketahui kini bagi malaria manusia (>100 spesies) semuanya tergolong dalam genus Anopheles. Malaria burung biasanya dibawa oleh spesies genus Culex. Siklus hidup Plasmodium diketahui oleh Ross yang menyelidiki spesies dari genus Culex.
Sporozoit berpindah ke hati dan menembus hepatosit. Tahap dorman bagi sporozoit Plasmodium dalam hati dikenal sebagai hipnozoit. Dari hepatosit, parasit berkembang biak menjadi ribuan merozoit, yang kemudian menyerang sel darah merah.
Di sini parasit membesar dari bentuk cincin ke bentuk trofozoit dewasa. Pada tahap skizon, parasit membelah beberapa kali untuk membentuk merozoit baru, yang meninggalkan sel darah merah dan bergerak melalui saluran darah untuk menembus sel darah merah baru. Kebanyakan merozoit mengulangi siklus ini secara terus-menerus, tetapi sebagian merozoit berubah menjadi bentuk jantan atau betina (gametosit) (juga dalam darah), yang kemudiannya diambil oleh nyamuk betina.
Dalam perut tengah nyamuk, gametosit membentuk gamet dan menyuburkan satu sama lain, membentuk zigot motil yang dikenal sebagai ookinet. Ookinet menembus dan lepas dari perut tengah, kemudian membenamkan diri pada membran perut luar. Di sini mereka terbelah berkali-kali untuk menghasilkan sejumlah besar sporozoit halus memanjang. Sporozoit ini berpindah ke kelenjar liur nyamuk, di mana ia dicucuk masuk ke dalam darah inang kedua yang digigit nyamuk. Sporozoit bergerak ke hati di mana mereka mengulangi siklus ini.
Dalam beberapa spesies jaringan selain hati mungkin dijangkiti. Namun hal ini tidak berlaku pada spesies yang menyerang manusia.
Read more
Siklus/daur litik
• Waktu relatif singkat
• Menonaktifkan bakteri
• Berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri
Siklus/daur lisogenik
• Waktu relatif lama
• Mengkominasi materi genetic bakteri dengn virus
• Terikat pada kromosom bakteri
Read more
1. Fase adsorpsi dan infeksi
Dengan ujung ekornya, fag melekat atau menginfeksi bagian tertentu dari dinding sel bakteri, daerah itu disebut daerah reseptor (receptor site : receptor spot). Daerah ini khas bagi fag tertentu, dan fag jenis lain tak dapat melekat di tempat tersebut. Virus penyerang bakteri tidak memiliki enzim-enzim untuk metabolisme, tetapi rnemiliki enzim lisozim yang berfungsi merusak atau melubangi dinding sel bakteri.
Sesudah dinding sei bakteri terhidrolisis (rusak) oleh lisozim, maka seluruh isi fag masuk ke dalam hospes (sel bakteri). Fag kemudian merusak dan mengendalikan DNA bakteri.
2. Fase Replikasi (fase sintesis)
DNA fag mengadakan pembentukan DNA (replikasi) menggunakan DNA bakteri sebagai bahan, serta membentuk selubung protein. Maka terbentuklah beratus-ratus molekul DNA baru virus yang lengkap dengan selubungnya.
3. Fase Pembebasan virus fag - fag baru / fase lisis
Sesudah fag baru terbentuk, sel bakteri akan pecah (lisis), sehingga keluarlah fag yang baru. Jumlah virus baru ini dapat mencapai sekitar 200. Pembentukan partikel bakteriofag memerlukan waktu sekitar 20 menit.
Read more
Virus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)
2. Virus berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ - 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.
3. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
4. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan "kepala" oval dan "ekor" silindris.
5. Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.
6. virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid
7. Virus hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel hidup pada bakteri, hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada manusia.
8. Virus tidak dapat membelah diri.
9. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.
Read more
Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.
Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:
Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.
Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.
Read more
[Beyoncé]
There are times I find it hard to sleep at night
We are living through such troubled times
And every child that reaches out for someone to hold
For one moment they become my own
And how can I pretend that I don't know what's going on
When every second with every minute another soul is gone
[Chorus]
And I believe that in my life I will see (ooh yeah)
An end to hopelessness or giving up of suffering
And we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up for love
[Kelly]
I'm inspired and hopeful each and every day
That's how I know that things are gonna change
So how can I pretend that I don't know what's going on
When every second with every minute another soul is gone
[Chorus]
And I believe
That in my life I will see
An end to hopelesness of giving up of suffering
And we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up for love
[Michelle]
And it all starts right here
And it starts right now
One person stand up there
And the rest will follow
For all the forgotten
For all the unloved
I'm gonna sing this song
[Chorus]
And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness of giving up of suffering
If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up and sing
Stand up for love
For love, for love
Read more
Langganan:
Postingan (Atom)
Selasa, 30 Oktober 2012
Spesies Plasmodium
Plasmodium (Asiamoeba) draconis
Plasmodium (Asiamoeba) vastator
Plasmodium (Bennettinia) juxtanucleare
Plasmodium (Carinamoeba) basilisci
Plasmodium (Carinamoeba) minasense
Plasmodium (Carinamoeba) rhadinurum
Plasmodium (Carinamoeba) volans
Plasmodium (Giovannolaia) anasum
Plasmodium (Giovannolaia) circumflexum
Plasmodium (Giovannolaia) dissanaikei
Plasmodium (Giovannolaia) durae
Plasmodium (Giovannolaia) fallax
Plasmodium (Giovannolaia) formosanum
Plasmodium (Giovannolaia) gabaldoni
Plasmodium (Giovannolaia) garnhami
Plasmodium (Giovannolaia) gundersi
Plasmodium (Giovannolaia) hegneri
Plasmodium (Giovannolaia) lophurae
Plasmodium (Giovannolaia) pedioecetii
Plasmodium (Giovannolaia) pinnotti
Plasmodium (Giovannolaia) polare
Plasmodium (Haemamoeba) cathemerium
Plasmodium (Haemamoeba) coggeshalli
Plasmodium (Haemamoeba) elongatum
Plasmodium (Haemamoeba) gallinaceum
Plasmodium (Haemamoeba) giovannolai
Plasmodium (Haemamoeba) lutzi
Plasmodium (Haemamoeba) matutinum
Plasmodium (Haemamoeba) paddae
Plasmodium (Haemamoeba) parvulum
Plasmodium (Haemamoeba) relictum
Plasmodium (Haemamoeba) tejera
Plasmodium (Huffia) elongatum
Plasmodium (Huffia) hermani
Plasmodium (Laverania) falciparum
Plasmodium (Laverania) reichenowi
Plasmodium (Novyella) ashfordi
Plasmodium (Novyella) bertii
Plasmodium (Novyella) bambusicolai
Plasmodium (Novyella) columbae
Plasmodium (Novyella) corradettii
Plasmodium (Novyella) dissanaikei
Plasmodium (Novyella) hexamerium
Plasmodium (Novyella) kempi
Plasmodium (Novyella) nucleophilum
Plasmodium (Novyella) papernai
Plasmodium (Novyella) paranucleophilum
Plasmodium (Novyella) rouxi
Plasmodium (Novyella) vaughani
Plasmodium (Paraplasmodium) chiricahuae
Plasmodium (Paraplasmodium) mexicanum
Plasmodium (Paraplasmodium) pifanoi
Plasmodium (Plasmodium) brasilianum
Plasmodium (Plasmodium) cynomolgi
Plasmodium (Plasmodium) eylesi
Plasmodium (Plasmodium) fieldi
Plasmodium (Plasmodium) fragile
Plasmodium (Plasmodium) georgesi
Plasmodium (Plasmodium) girardi
Plasmodium (Plasmodium) gonderi
Plasmodium (Plasmodium) inui
Plasmodium (Plasmodium) jefferyi
Plasmodium (Plasmodium) knowlei
Plasmodium (Plasmodium) hyobati
Plasmodium (Plasmodium) malariae
Plasmodium (Plasmodium) ovale
Plasmodium (Plasmodium) petersi
Plasmodium (Plasmodium) pitheci
Plasmodium (Plasmodium) rhodiani
Plasmodium (Plasmodium) schweitzi
Plasmodium (Plasmodium) semiovale
Plasmodium (Plasmodium) shortii
Plasmodium (Plasmodium) silvaticum
Plasmodium (Plasmodium) simium
Plasmodium (Plasmodium) vivax
Plasmodium (Plasmodium) youngi
Plasmodium (Sauramoeba) achiotense
Plasmodium (Sauramoeba) adunyinkai
Plasmodium (Sauramoeba) aeuminatum
Plasmodium (Sauramoeba) beltrani
Plasmodium (Sauramoeba) brumpti
Plasmodium (Sauramoeba) agamae
Plasmodium (Sauramoeba) giganteum
Plasmodium (Sauramoeba) heischi
Plasmodium (Sauramoeba) josephinae
Plasmodium (Sauramoeba) pelaezi
Plasmodium (Sauramoeba) tropiduri
Plasmodium (Vinckeia) aegyptensis
Plasmodium (Vinckeia) anomaluri
Plasmodium (Vinckeia) atheruri
Plasmodium (Vinckeia) berghei
Plasmodium (Vinckeia) booliati
Plasmodium (Vinckeia) brodeni
Plasmodium (Vinckeia) bubalis
Plasmodium (Vinckeia) bucki
Plasmodium (Vinckeia) cephalophi
Plasmodium (Vinckeia) chabaudi
Plasmodium (Vinckeia) coulangesi
Plasmodium (Vinckeia) cyclopsi
Plasmodium (Vinckeia) foleyi
Plasmodium (Vinckeia) girardi
Plasmodium (Vinckeia) inopinatum
Plasmodium (Vinckeia) lemuris
Plasmodium (Vinckeia) odocoilei
Plasmodium (Vinckeia) percygarnhami
Plasmodium (Vinckeia) sandoshami
Plasmodium (Vinckeia) traguli
Plasmodium (Vinckeia) uilenbergi
Plasmodium (Vinckeia) vassali
Plasmodium (Vinckeia) vinckei
Plasmodium (Vinckeia) watteni
Plasmodium (Vinckeia) yoelli
Siklus Plasmodium
Plasmodium merupakan genus protozoa parasit. Penyakit yang disebabkan oleh genus ini dikenal sebagai malaria. Parasit ini sentiasa mempunyai dua inang dalam siklus hidupnya: vektor nyamuk dan inang vertebra. Sekurang-kurangnya sepuluh spesies menjangkiti manusia. Spesies lain menjangkiti hewan lain, termasuk burung, reptilia dan hewan pengerat.
Pada tahun 1898 Ronald Ross membuktikan keberadaan Plasmodium pada dinding perut tengah dan kelenjar liur nyamuk Culex. Atas penemuan ini ia memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 1902, meskipun sebenarnya penghargaan itu perlu diberikan kepada profesor Italia Giovanni Battista Grassi, yang membuktikan bahwa mamalia manusia hanya bisa disebarkan oleh nyamuk Anopheles.
Siklus hidup Plasmodium amat rumit. Sporozoit dari liur nyamuk betina yang mengigit disebarkan ke darah atau sistem limfa penerima[1]. Penting disadari bahwa bagi sebagian spesies vektornya mungkin bukan nyamuk.
Nyamuk dalam genus Culex, Anopheles, Culiceta, Mansonia dan Aedes mungkin bertindak sebagai vektor. Vektor yang diketahui kini bagi malaria manusia (>100 spesies) semuanya tergolong dalam genus Anopheles. Malaria burung biasanya dibawa oleh spesies genus Culex. Siklus hidup Plasmodium diketahui oleh Ross yang menyelidiki spesies dari genus Culex.
Sporozoit berpindah ke hati dan menembus hepatosit. Tahap dorman bagi sporozoit Plasmodium dalam hati dikenal sebagai hipnozoit. Dari hepatosit, parasit berkembang biak menjadi ribuan merozoit, yang kemudian menyerang sel darah merah.
Di sini parasit membesar dari bentuk cincin ke bentuk trofozoit dewasa. Pada tahap skizon, parasit membelah beberapa kali untuk membentuk merozoit baru, yang meninggalkan sel darah merah dan bergerak melalui saluran darah untuk menembus sel darah merah baru. Kebanyakan merozoit mengulangi siklus ini secara terus-menerus, tetapi sebagian merozoit berubah menjadi bentuk jantan atau betina (gametosit) (juga dalam darah), yang kemudiannya diambil oleh nyamuk betina.
Dalam perut tengah nyamuk, gametosit membentuk gamet dan menyuburkan satu sama lain, membentuk zigot motil yang dikenal sebagai ookinet. Ookinet menembus dan lepas dari perut tengah, kemudian membenamkan diri pada membran perut luar. Di sini mereka terbelah berkali-kali untuk menghasilkan sejumlah besar sporozoit halus memanjang. Sporozoit ini berpindah ke kelenjar liur nyamuk, di mana ia dicucuk masuk ke dalam darah inang kedua yang digigit nyamuk. Sporozoit bergerak ke hati di mana mereka mengulangi siklus ini.
Dalam beberapa spesies jaringan selain hati mungkin dijangkiti. Namun hal ini tidak berlaku pada spesies yang menyerang manusia.
Senin, 29 Oktober 2012
Perbedaan siklus litik&lisogenik
Siklus/daur litik
• Waktu relatif singkat
• Menonaktifkan bakteri
• Berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri
Siklus/daur lisogenik
• Waktu relatif lama
• Mengkominasi materi genetic bakteri dengn virus
• Terikat pada kromosom bakteri
Fase-fase lisogenik
1. Fase adsorpsi dan infeksi
Dengan ujung ekornya, fag melekat atau menginfeksi bagian tertentu dari dinding sel bakteri, daerah itu disebut daerah reseptor (receptor site : receptor spot). Daerah ini khas bagi fag tertentu, dan fag jenis lain tak dapat melekat di tempat tersebut. Virus penyerang bakteri tidak memiliki enzim-enzim untuk metabolisme, tetapi rnemiliki enzim lisozim yang berfungsi merusak atau melubangi dinding sel bakteri.
Sesudah dinding sei bakteri terhidrolisis (rusak) oleh lisozim, maka seluruh isi fag masuk ke dalam hospes (sel bakteri). Fag kemudian merusak dan mengendalikan DNA bakteri.
2. Fase Replikasi (fase sintesis)
DNA fag mengadakan pembentukan DNA (replikasi) menggunakan DNA bakteri sebagai bahan, serta membentuk selubung protein. Maka terbentuklah beratus-ratus molekul DNA baru virus yang lengkap dengan selubungnya.
3. Fase Pembebasan virus fag - fag baru / fase lisis
Sesudah fag baru terbentuk, sel bakteri akan pecah (lisis), sehingga keluarlah fag yang baru. Jumlah virus baru ini dapat mencapai sekitar 200. Pembentukan partikel bakteriofag memerlukan waktu sekitar 20 menit.
Ciri-ciri Virus
Virus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)
2. Virus berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ - 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.
3. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
4. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan "kepala" oval dan "ekor" silindris.
5. Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.
6. virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid
7. Virus hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel hidup pada bakteri, hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada manusia.
8. Virus tidak dapat membelah diri.
9. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.
Selasa, 23 Oktober 2012
Bahasa pemrograman
Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.
Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:
Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.
Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.
Lirik Destiny's Child - Stand Up For Love Lyrics
[Beyoncé]
There are times I find it hard to sleep at night
We are living through such troubled times
And every child that reaches out for someone to hold
For one moment they become my own
And how can I pretend that I don't know what's going on
When every second with every minute another soul is gone
[Chorus]
And I believe that in my life I will see (ooh yeah)
An end to hopelessness or giving up of suffering
And we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up for love
[Kelly]
I'm inspired and hopeful each and every day
That's how I know that things are gonna change
So how can I pretend that I don't know what's going on
When every second with every minute another soul is gone
[Chorus]
And I believe
That in my life I will see
An end to hopelesness of giving up of suffering
And we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up for love
[Michelle]
And it all starts right here
And it starts right now
One person stand up there
And the rest will follow
For all the forgotten
For all the unloved
I'm gonna sing this song
[Chorus]
And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness of giving up of suffering
If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up and sing
Stand up for love
For love, for love
Langganan:
Postingan (Atom)